Minggu, 15 November 2015

Festival Kuliner Banjaroya 2015

Syarat dan Ketentuan Festival Kuliner Banjaroya 2015
1.      Biaya Pendaftaran GRATIS
2.      Setiap kelompok maksimal 2 orang
3.      Peserta wajib mendaftarkan diri ditempat yang telah ditentukan
4.      Proses memasak di area lomba
5.      Durasi memasak 1 jam
6.      Semua bahan siap olah
7.      Materi dan bahan lomba menggunakan bahan dalam negeri ( Non import)
8.      Acara dimulai jam 09.00 WIB
a.      Sabtu 21 November 2015 ( Peserta lokal / khusus area Banjaroya)
·   Lomba masak kategori bahan Durian
·   Lomba masak kategori bahan Ubi Ungu
b.      Minggu 22 November 2015 ( Peserta Umum)
                - Lomba masak kategori bahan Pisang
                - Lomba masak kategori bahan Durian
c.       Masing-masing kategori terdiri dari 25 peserta (Kelompok)
9.      Karya lomba diberi judul dan resep ( Dibuat 2 sajian, satu untuk dilombakan dan satu untuk dicicipi )
10.  Hasil lomba menjadi hak milik panitia
11.  Masing-masing kelompok mendapat stimulan Rp. 100.000 (pada hari H)
12.  Total uang pembinaan Rp. 54.000.000, hadiah perkategori:
a.       Juara I                         Rp. 3.500.000
b.      Juara II                        Rp. 3.000.000
c.       Juara III                      Rp. 2.500.000
d.      Juara Harapan I           Rp. 2.000.000
e.       Juara Harapan II         Rp. 1.500.000
f.       Juara Harapan III        Rp. 1.000.000
13.  Daftar ulan peserta dilakukan pada hari H diarea lomba REST AREA PASAR BENDO

       Jalan Nanggulan Mendut
       Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55672
 MAP
14.  Pendaftaran dimulai tanggal 9 November s.d 18 November, (Bila kuota terpenuhi pendaftaran ditutup )
15.  Lokasi pendaftaran :
a.       Sekertariat Desa Wisata Banjaroya (Rumah Dukuh Potronalan)
b.      DISBUDPARPORA Kab. Kulon Progo, jl Sugiman 12, Watulunyu Tlp 773095
c.       Melalui online dapat download  formulir : Disini
       dan kirim ke  edy.muchsin@gmail.com atau newdewabara@gmail.com 

CP:
1.      Inu                   08812637689
2.      Ashari              085228932977
3.      Edy                 081903883342 ( SMS Only )





Rabu, 03 September 2014

Festival Kuliner Banjaroya 2015

Syarat dan Ketentuan Festival Kuliner Banjaroya 2015
1.      Biaya Pendaftaran GRATIS
2.      Setiap kelompok maksimal 2 orang
3.      Peserta wajib mendaftarkan diri ditempat yang telah ditentukan
4.      Proses memasak di area lomba
5.      Durasi memasak 1 jam
6.      Semua bahan siap olah
7.      Materi dan bahan lomba menggunakan bahan dalam negeri ( Non import)
8.      Acara dimulai jam 09.00 WIB
a.      Sabtu 21 November 2015 ( Peserta lokal / khusus area Banjaroya)
·   Lomba masak kategori bahan Durian
·   Lomba masak kategori bahan Ubi Ungu
b.      Minggu 22 November 2015 ( Peserta Umum)
                - Lomba masak kategori bahan P
                - Lomba masak kategori bahan Durian
c.       Masing-masing kategori terdiri dari 25 peserta (Kelompok)
9.      Karya lomba diberi judul dan resep ( Dibuat 2 sajian, satu untuk dilombakan dan satu untuk dicicipi )
10.  Hasil lomba menjadi hak milik panitia
11.  Masing-masing kelompok mendapat stimulan Rp. 100.000 (pada hari H)
12.  Total uang pembinaan Rp. 54.000.000, hadiah perkategori:
a.       Juara I                         Rp. 3.500.000
b.      Juara II                        Rp. 3.000.000
c.       Juara III                      Rp. 2.500.000
d.      Juara Harapan I           Rp. 2.000.000
e.       Juara Harapan II         Rp. 1.500.000
f.       Juara Harapan III        Rp. 1.000.000
13.  Daftar ulan peserta dilakukan pada hari H diarea lomba REST AREA PASAR BENDO
14.  Pendaftaran dimulai tanggal 9 November s.d 18 November, (Bila kuota terpenuhi pendaftaran ditutup )
15.  Lokasi pendaftaran :
a.       Sekertariat Desa Wisata Banjaroya (Rumah Dukuh Potronalan)
b.      DISBUDPARPORA Kab. Kulon Progo, jl Sugiman 12, Watulunyu Tlp 773095
c.       Melalui online dapat download  formulir : Disini
       dan kirim ke  edy.muchsin@gmail.com atau newdewabara@gmail.com 

CP:
1.      Inu                   08812637689
2.      Ashari              085228932977
3.      Edy                 081903883342 ( SMS Only )




Sabtu, 07 Januari 2012

FESTIVAL DURIAN BANJAROYA

Pose terpopuler pada 31/12/2011
Salah satu cara menikati duren "didulit"
Festival Durian Banjaroya digelar di ex Pasar Bendo Desa Banjaroya Kecamatan Kalibawang, Sabtu, 31/12/2011. Kegiatan ini adalah hasil kerja bareng Forum Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) Desa Banjaroya bersama Desa Wisata Banjaroya (DEWA BARA) yang bertujuan untuk mengembangkan dan meguatkan Banjaroya sebagai sentra durian unggulan. Kegiatan ini sekaligus sebagai launching program baru Desa Wisata Banjaroya yaitu Durian Trip dimana dalam program ini wisatawan akan diajak jalan-jalan menyusuri kampung melihat pohon durian. Wisatawan juga dapat belajar cara pembibitan dan mengenal varietas-varietas durian yang ada di Banjaroya serta bisa membeli langsug durian dari pohon petani. Festival Durian Banjaroya di kemas dalam berbagai kegiatan antara lain, Kontes Durian, Durian Trip, Obral Durian, Lelang Durian Menoreh, Games, dan full doorprize. 

Duren ini laku 170 ribu dalam lelang durian menoreh
Dalam kontes kali ini, sebanyak 26 kelompok tani durian mengirimkan durian unggulan mereka untuk memperebutkan pemenang sebagai durian unggulan Menoreh. Dari ratusan buah durian yang ikut kontes, hasilnya diperoleh Juara Pertama Durian Unggulan yakni milik Susilo Hari Basuki dari Kelompok Mamrih Subur Dusun Kajoran, juara kedua milik Sonalan dari kelompok Ngudi Makmur Dusun Slanden dan juara ketiga milik Walmuji Kelompok Ngudi Rahayu Dusun Slanden.

Tim Belah Duren Banjaroya
Acara ini terbilang sangat sukses, ribuan penggemar durian datang dari berbagai daerah seperti, Jogja, Sleman, Bantul, Magelang, Semarang, Ambarawa, Jakarta, Probolinggo, Malang, Surabaya bahkan ada juga yang jauh-jauh datang dari kalimantan.   Lebih dari 2.500 durian yang di obral ludes dalam 3 jam. Penggemar durian yang datangya udah kesiangan kemudian di arahkan untuk membeli durian dari pedagang di luar area ataupun mengikuti durian trip dan langsung membeli pada petani.  Salah satu penggemar durian dari probolinggo bahkan rela menunggu sampai sore untuk dapat mencicipi durian menoreh kuning. “Tujuan saya ke sini adalah merasakan durian menoreh kuning, berhubung udah kesiangan maka kami rela menunggu sampai dapat meski harus indent bersama penggemar yang lain” katanya.
  
Terimakasih kepada penggemar durian yang telah hadir pada Festival Durian Banjaroya, sampai jumpa pada gelaran acara kami selanjutnya. (MIB)

Minggu, 03 Juli 2011

PETA WISATA DESA BANJAROYA

FORUM PEL DESA BANJAROYA


Sesuai dengan visi Pemerintah Desa Banjaroya untuk mengembangkan kawasan agropolitan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, baru-baru ini Pemerintah Desa Banjaroya bersama Pusat Study Asia Pasific (ASPAC) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM), memprakarsai terbentuknya Forum Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL). Forum ini bertujuan untuk lebih mengoptimalkan program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi unggulan lokal secara terintegrasi dan berkesinambungan. Forum PEL terdiri dari unsur masyarakat, pemerintah, LSM dan akademisi. Di Banjaroya forum PEL terbagi menjadi tiga pokja, yaitu pokja pertanian, pokja industri dan pokja pariwisata. Pembagian pokja-pokja tersebut dilakukan berdasarkan potensi dan kemampuan masyarakat desa Banjaroya.

Kepala Desa Banjaroya, Wiwin Windarta dalam sambutanya menyampaikan bahwa kunci dari keberhasilan adalah kemampuan untuk melihat, mencipta dan menangkap peluang. Keberadaan PEL diharapkan mampu untuk mengatasi kendala-kendala yang selama ini muncul dalam pelaksanakan program pembangunan ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat. Lebih lanjut kepala desa Banjaroya menyatakan bahwa forum PEL jangan hanya menjadi organisasi tanpa gigi, tetapi harus menjadi sebuah lembaga yang aktif dan kreatif dalam mengembangkan ekonomi Banjaroya serta memperluas jaringan.


sumber : banjaroya.com

Senin, 07 Februari 2011

Produk Pariwisata Harus Memiliki Daya saing

Memasuki tahun 2011 ini , pemerintah masih fokus untuk menggarap pangsa pasar wisatawan mancanegara untuk mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia. pemerintah sendiri sudah mentargtkan angka 7, 7 juta wisatawan dalam Visit Indonesia 2011 ini. Namun yang masih perlu ditingkatkan, menurut Direktur Eksekutif Yogya Tourism Development Board -Wiendu Nuryati selama ini banyak produk pariwisata Indonesia yang masih lemah dalam desain, keunikan dan kualitas produk. Sehingga banyak produk pariwisata nasional kita kalah dalam daya saing eksport.

"Daya saing eksport produk pariwisata kini menjadi bagian penting, tidak hanya promosi namun juga maintenance, finishing produk hingga marketing," jelas Wiendu Nuryati hari ini , Jumat (4/2/11).

Ditambahkan, alasan menggarap pangsa pasar wisatawan mancanegara juga disadarai bahwa spend of moneyyang dikeluarkan [para wisatawan ini sangat tinggi. Selama tahun 2010 pengeluaran wisatawan ini mencapai 7,6 milyar dollar AS naik sekitar 20,63% dibanding tahun 2009 yang hanya berjumlah 6,3 milayar dollar AS.

Selain itu jumlah pengguna angkutan udara juga mengalami peningkatan selam tahun 2010 dengan total penumpang mencapai 43,11 juta naik sekitar 22,77% dibanding tahun 2009.

Untuk mensukseskan Visit Indonesia 2011, Wiendu berharap pemerintah serius meningkatkan aksesbilitas pelayanan untuk wisatawan termasuk transportasi, informasi pariwisata maupun peningkatan kualitas SDM pariwisata.

Untuk pariwisata Jogja sendiri, Wiendu masih optimis pariwisata Jogja akan lebih baik dibanding tahun 2010. Kuncinya, kualitas produk harus menarik, unik dan berdaya saing.

seperti di tulis Mas Nur Hidayat pada http://visitingjogja.com/index.php?mod=nwsdet&id=885

Selasa, 25 Januari 2011

Pengerukan saluran Irigasi Kalibawang Dihentikan Sementara


Jumat, 21 Januari 2011 16:50:00
Ilustrasi. (Foto : Dok)

Pemkab Kulonprogo menghentikan sementara pengerukan saluran irigasi Kalibawang yang tertutup material vulkanik Gunung Merapi. Hingga saat ini, saluran tersebut belum dapat mengalirkan air pertanian secara kontinyu.

“Pekerjaan pengerukan akan dilanjutkan setelah arus air Sungai Progo tidak lagi membawa material vulkanik Gunung Merapi,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan, Ir Muh Aris Nugroho di Kulonprogo, Jumat (21/1).

Banjir lahar dingin yang mengalir ke Sungai Progo, tambahnya, berdampak terhadap pertanian di wilayah DI Kalibawang I dan DI Kalibawang II. Sawah irigasi teknis di kedua DI tersebut, meliputi sawah irigasi teknis di Kecamatan Kalibawang, Nanggulan, Sentolo, sebagian Kecamatan Samigaluh dan Kecamatan Girimulyo.

Sawah seluas kurang lebih 3.000 hektar tidak mendapat suplay air karena Saluran Kalibawang tertutup material vulkanik Gunung Merapi. Menurutnya para petani di MT pertama padi di wilayah DI Kalibawang I dan DI Kalibawang II tetap menanam padi.

Sejak suplay air dari Saluran Kalibawang terhenti, katanya, kebutuhan air pertanian mengandalkan dari curah hujan. “Usai panen padi di bulan Februari 2011 mendatang, untuk MT kedua berikutnya dengan mengandalkan air hujan masih memungkinkan petani menanam padi,” jelasnya. (Ras)


Sumber : KRjogja.com