Minggu, 23 Mei 2010

Info Wisata Banjaroya


Sendang Sono

Alamat : Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo


Sendangsono adalah tempat ziarah Goa Maria yang terletak di Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Gua Maria Sendangsono dikelola oleh Paroki St. Maria Lourdes di Promasan, barat laut Yogyakarta.

Nama Sendang Sono di ambil dari istilah Sendang yang berarti mata air dan Sono merupakan nama sejenis pohon. Pada bulan mei dan oktober tempat ini ramai di kunjungi oleh peziarah dari seluruh Indonesia.

Selain berdoa, pada umumnya para peziarah mengambil air dari sumber mata air yang terdapat disana. Mereka percaya bahwa air tersebut dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Sendangsono awalnya merupakan tempat pemberhentian (istirahat sejenak) para pejalan kaki dari Kecamatan Borobudur Magelang ke Kecamatan Boro (Kulon Progo), atau sebaliknya. Tempat itu banyak dikunjungi karena keberadaan sendang (mata air) yang muncul di antara dua pohon sono.

Kesejukan dan kenyamanan tempat itu ternyata juga dimanfaatkan untuk bertapa oleh sejumlah rohaniawan Budha dalam rangka mensucikan dan menyepikan diri. Nilai spiritualistik muncul dan menguat seiring dengan adanya kepercayaan yang didasarkan pada suatu legenda bahwa tempat itu juga dihuni Dewi Lantamsari dan putra tunggalnya, Den Baguse Samija.


Sumber :http://visitingjogja.com

mm.gaspool@gmail.com

Yogyakarta Kembangkan Objek Wisata Baru

YOGYAKARTA: Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berupaya mengembangkan daya tarik dan menggarap objek wisata baru sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan.

"Dispar DIY selalu berupaya mengembangkan daya tarik objek wisata, termasuk menggarap objek wisata baru. Sebab, bagaimana pun juga objek wisata baru harus digarap secara serius, sekaligus menggembangkan daya tarik objek wisata lama untuk meningkatkan kunjungan wisatawan," kata Kepala Dispar DIY Tazbir, di Yogyakarta, Senin (8/3).

Menurut dia, dengan upaya tersebut, diharapkan pula masyarakat setempat ikut merasakan manfaatnya.

Ia mengatakan potensi pariwisata di wilayah Provinsi DIY sangat melimpah, tidak hanya kekayaan alam dan panorama pantai yang menawan, tetapi juga adat istiadat yang sampai sekarang masih hidup dan dijaga kelestariannya oleh masyarakat termasuk kesenian tradisional dan kebudayaannya.

Tazbir menyebutkan di DIY juga memiliki fenomena alam yang langka, di antaranya gumuk pasir Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, eco karst di Kabupaten Gunungkidul, bangunan heritage, serta aneka barang kerajinan yang membuat DIY dijuluki 'surga wisata' baru bagi wisatawan.

Apalagi, menurut dia, berbelanja dan berwisata di DIY dinilai oleh wisatawan sangat murah.

"Namun, seiring kemajuan pariwisata daerah lain, terutama dalam mengembangkan destinasi wisata baru, kepariwisataan DIY tidak boleh diam, dan harus serius menggarap serta menggali objek wisata baru yang bisa mendatangkan banyak wisatawan," katanya.

Menurut dia, wisata menyusuri Sungai Opak menjadi salah satu objek wisata baru yang layak dikembangkan. Sebab, objek ini memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri.

Ia mengatakan panorama alam yang masih asli dan bersih bisa dinikmati wisatawan ketika menyusuri Sungai Opak, maupun berwisata air Bendung Tegal, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.

Dalam waktu dekat, kata dia, penambahan berbagai fasilitas pendukung seperti dermaga, perahu wisata maupun tempat penjualan souvenir, akan dikembangkan, sehingga daya tarik objek wisata tersebut memiliki keunikan tersendiri.

"Selain di Bantul, di beberapa daerah lain misalnya di Desa Wisata Nglinggo, Banjaroya serta pemandian suci Sendang Sono di wilayah Kabupaten Kulonprogo juga akan direvitalisasi, sehingga pariwisata di provinsi ini akan makin menarik untuk dikunjungi wisatawan," katanya. (Ant/OL-7)



http://www.mediaindonesia.com/read/2010/03/03/128104/55/9/Yogyakarta-Kembangkan-Objek-Wisata-Baru