Apalagi lokasinya yang satu arah dengan obwis Candi Borobudur, memiliki potensi besar untuk menyedot wisatawan yang berkunjung ke candi tersebut.
Namun sayangnya, kondisi jalan yang tajam, sempit dan rusak karena banyak berlubang membuat akses menuju Sendangsono sedikit terkendala.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kulonprogo Sarjana mengatakan, obwis Sendangsono memiliki potensi besar untuk menjadi wisata internasional.
"Potensinya sangat besar karena bisa menarik wisatawan dari obwis candi Borobudur,” terangnya Senin (20/9) di ruang kerjanya.
Meskipun demikian, akses jalan yang rusak menjadi ganjalan tersendiri. Tidak semua wisatawan mampu membawa kendaraan pribadi menuju obwis Sendangsono.
Ada beberapa wisatawan yang memilih memarkir kendaraannya di depan balai Desa Banjaroya, kemudian menyewa jasa transportasi dari masyarakat setempat. Jalanan yang sempit, licin, berliku tajam, dan aspal yang mengelupas menjadi alasan tersendiri bagi wisatawan untuk memilih menyewa jasa transportasi.
Belum lama ini, Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusdhiantoro mengatakan, Sendangsono bisa menjadi wisata internasional. Beberapa infrastruktur pendukungpun perlu dibenahi dan ditambah untuk mendukung keberadaan obwis Sendangsono agar mampu menyedot lebih banyak wisatawan.
Sumber : Harian Jogja/Martha Narulita