Memasuki tahun 2011 ini , pemerintah masih fokus untuk menggarap pangsa pasar wisatawan mancanegara untuk mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia. pemerintah sendiri sudah mentargtkan angka 7, 7 juta wisatawan dalam Visit Indonesia 2011 ini. Namun yang masih perlu ditingkatkan, menurut Direktur Eksekutif Yogya Tourism Development Board -Wiendu Nuryati selama ini banyak produk pariwisata Indonesia yang masih lemah dalam desain, keunikan dan kualitas produk. Sehingga banyak produk pariwisata nasional kita kalah dalam daya saing eksport.
"Daya saing eksport produk pariwisata kini menjadi bagian penting, tidak hanya promosi namun juga maintenance, finishing produk hingga marketing," jelas Wiendu Nuryati hari ini , Jumat (4/2/11).
Ditambahkan, alasan menggarap pangsa pasar wisatawan mancanegara juga disadarai bahwa spend of moneyyang dikeluarkan [para wisatawan ini sangat tinggi. Selama tahun 2010 pengeluaran wisatawan ini mencapai 7,6 milyar dollar AS naik sekitar 20,63% dibanding tahun 2009 yang hanya berjumlah 6,3 milayar dollar AS.
Selain itu jumlah pengguna angkutan udara juga mengalami peningkatan selam tahun 2010 dengan total penumpang mencapai 43,11 juta naik sekitar 22,77% dibanding tahun 2009.
Untuk mensukseskan Visit Indonesia 2011, Wiendu berharap pemerintah serius meningkatkan aksesbilitas pelayanan untuk wisatawan termasuk transportasi, informasi pariwisata maupun peningkatan kualitas SDM pariwisata.
Untuk pariwisata Jogja sendiri, Wiendu masih optimis pariwisata Jogja akan lebih baik dibanding tahun 2010. Kuncinya, kualitas produk harus menarik, unik dan berdaya saing.
seperti di tulis Mas Nur Hidayat pada http://visitingjogja.com/index.php?mod=nwsdet&id=885